Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Pernikahannya Kabar Bahagia Untuk Diriku Namun Luka Bagi Hatiku

Aku belum lama mengenalnya baru setahun belakangan ini. Aku masih ingat ketika melihat namanya dikolom peserta training penerimaan pekerja baru di perusahaanku. Aku bertanya-tanya siapa gerangan wanita dengan nama unik yang menarik hatiku untuk mengenalnya. Dan pada akhirnya aku bertemu dengannya beberapa minggu setelah dia menjadi "New Hire" di perusahaan tempat ku bekerja. Parasnya yang teduh dan tutur katanya yang lembut membuatku memperhatikannya. Dia punya selera style dan gaya sendiri. Rambut blonde serta kulitnya yang putih mencuri semua mata. Ada sesuatu yang membuatnya spesial dan ku ingin mengenalnya lebih jauh. Dan akhirnya mulai ku dapat no teleponnya dan akhirnya keakraban kami terjalin. Waktu demi waktu membawa komunikasi kami intens walau hanya obrolan dengan WA. Kita saling share keresahan kita masing-masing sampai akhirnya dia menunjukkan arti Sehat dan memandang hidup lebih baik bagiku.  Dia membiusku dengan semua sikap dan kata-katanya. Hingga kita...

See You When I See You

Hari ini aku dapat jawaban kenapa kamu tidak membalas WA ku. Aku tahu kamu marah dan aku tahu kamu benci. Segitu benci kah sampai kamu melihat ku seperti itu. Ku coba netralisir hatiku. Ku tahan hatiku untuk menjerit sampai akhirnya tak tertahankan. Tumpah seperti riak sungai berderu dengan gelombang menghantam. Kamu selalu bilang aku tidak mengenal siapa kamu kalau sikap ku diam. Namun sikap mu sekarang memperlihatkan kamu yang tidak mengenal aku. Kejam kamu sama ku, di saat ku tertatih dengan semua ini kamu malah bersikap seperti itu. Perih.. Banget.. Wajah ku harus tertawa di riak sedih hatiku. Ingin ku rasa menampar wajah mu. Berteriak... Aku SAKIT... Kamu tau Itu...!!!!. Apa harus aku berteriak dan bersimpuh di hadapan mu bahwa aku hanya mencoba berdamai dengan hatiku, tapi kamu malah mengecap aku yang bukan-bukan. Apakah ini jawaban dari gelisahku, Ya.  Allah.. Sakit sekali, kenapa kamu harus pergi meninggalkan luka besar buatku. Sakit.. beb..!! Ya.. Mungkin ini ...

Lara Hati #2

Pagi ini.. Aku diminta oleh orang yg membuatmu pergi untuk mengirimkan foto berdua denganmu. Sampai di kantor aku buka semua folder foto dan aku tersadar tidak banyak bingkai frame dari kebersamaan kita. Sepertinya memang hanya untuk di kenang dalam memory kita masing-masing. Aku sudah mencari cara agar tidak menghitung hari mengingat kamu akan meninggalkan ku. Tapi tak bisa setiap malam ku terbangun dari tidur karena lara hati karena akan kamu tinggalkan. Kita hanya manusia yang tak dapat meramal masa depan, hanya bisa berikhtiar dan menjalani. Mungkin mereka di luar sana mengira aku lebay tapi hati kecilku merasakan kehilangan. Tiap mengeluarkan kata demi kata ini memory ku kembali mengingat segala moment kebersamaan dengan mu. Membaca semua chat di WA sebelum terlelap. Air mataku tak dapat tertahan mengalir. Well.. Tapi hidup tentang pilihan. Disertai alunan musik dari Endank Soekamti - Sampai Jumpa membuat air mataku tak henti mengalir. Hei Bantet.. My Beby Bala2.. Tetap Tang...

Lara Hati #1

Hatiku menjerit meronta ketika tahu cerita sebenarnya. Pikiranku kacau.. Tak sinkron antara hati dan logika. Gemuruh rasa perih seperti luka sayatan sembilu dibalur dengan tetesan air asam dan aku terdiam menahan tak bisa berteriak. Pikiranku mengajak untuk kembali di masa dimana ku melihat dan akan menduga hal itu akan terjadi. Aku tak kuasa menahan tetesan air mata. Tapi wajah bahagia mu terbingkai indah dengan foto bersamanya yang di rangkai di depan kaca bersampul hijau itu. Bingkai itu menyiratkan kau bahagia bersamanya. Aku menarik diriku lebih dalam, mengingat segala percakapan, segala memory yg terangkai dan ya.. Aku bukan siapa-siapa. Hanya sekedar memory yang terhapus di ingatanmu. Ya.. Ternyata sedih dan kecewaku bukan karena hiruk pikuk organisasi tapi karena ku tak mampu menerima lara hati ku. Benar kata Ay.. Jangan mendulang sebuah harapan lebih. Aku hanya sosok baru yang akan terlupakan. Dan aku yakin setelah kamu pergi hanya aku yang akan ingat hari-hari bersamamu...

Tepian kata Takberbatas #5

Jantungku berdegup tak berirama, aku menunggu mu dinluar pintu operasi. Lampu ruangan operasi berkedap kedip, serasa dalam sebuah frame Sinetron. Jantung ini tak bisa sinkron dengan pikiranku, bertanya2 apa yang sedang dokter lakukan kepadamu di dalam. Mendengar penjelasan dokter tadi membuat khawatirku makin besar. Ketika aku mengikuti hatiku untuk datang untuk melihat mu adalah keputusan terbaik dan benar. Allah Subhana Wata'ala mendengarkan do'a ku agar aku bisa menemani kamu. Di luar ruang operasi ini jantung ku berirama tak beraturan. Lebih tak beraturan ketika ku menerima ucapan mengejutkan pagi ini. Ya.. Allah jaga seorang sahabat, kakak, teman, dan orang yang ku sayangi, selamatkan dia dan sukseskan operasinya...amin ya Robbalalamin. 040918-WP 4th Operation