Lara Hati #2

Pagi ini.. Aku diminta oleh orang yg membuatmu pergi untuk mengirimkan foto berdua denganmu. Sampai di kantor aku buka semua folder foto dan aku tersadar tidak banyak bingkai frame dari kebersamaan kita. Sepertinya memang hanya untuk di kenang dalam memory kita masing-masing.

Aku sudah mencari cara agar tidak menghitung hari mengingat kamu akan meninggalkan ku. Tapi tak bisa setiap malam ku terbangun dari tidur karena lara hati karena akan kamu tinggalkan. Kita hanya manusia yang tak dapat meramal masa depan, hanya bisa berikhtiar dan menjalani. Mungkin mereka di luar sana mengira aku lebay tapi hati kecilku merasakan kehilangan.

Tiap mengeluarkan kata demi kata ini memory ku kembali mengingat segala moment kebersamaan dengan mu. Membaca semua chat di WA sebelum terlelap. Air mataku tak dapat tertahan mengalir. Well.. Tapi hidup tentang pilihan. Disertai alunan musik dari Endank Soekamti - Sampai Jumpa membuat air mataku tak henti mengalir.

Hei Bantet.. My Beby Bala2.. Tetap Tangguh dan Kuat. Coz you're a Warior. Dalam tiap sujudku berdo'a untuk kebahagiaan mu. Terima kasih sudah support aku untuk lebih memandang dan menghargai hidup. Aku yakin suatu saat bisa makan masakan mu, walau tidak sempat di dunia aku mohon kepada Allah Subhana Wata'ala di Surga nanti kita bertemu. Dan jika ada kehidupan ke 2 aku meminta sama Allah agar menjadi bagian hidup mu dan membahagiakan mu. Do'a ku terlantun untuk orang yang berikrar di depan orang tua mu untuk membahagiakan mu.

Last Chapter of Lara Hati.
For My beloved Beby Bantet
From Ndut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12/12/16-12.38 pm

Prasangka

Deja vu