Tepian Kata Tak Berbatas #3

Sulit rasanya jari ini menjalin huruf per huruf untuk membuat sebuah kalimat makna. Apakah ini menyiratkan hatiku yang lagi tak berasa, hampa, dan kosong. Jika hidup diumpakan seperti kurva, aku berada dititik NOL.
Sikap yang ditunjukkan dia kepadaku menyiratkan diriku untuk pergi. Dan aku sedih hari ini. Aku menahan helaan nafasku yang tertekan gemuruh kecewa. Ternyata air mata ini tertahan untuk hari ini. Kekosongan itu karena kecewa yang tak terluapkan. Ku tegadah ke awan dan berkata dalam hening ku titipkan Ya Allah seseorang yang ku cintai, mahluk ciptaan mu yang ku tinggalkan.
Dia adalah sosok yang kuat. Dan sosok yang tangguh. Dikelilingi orang-orang baik.

Hai.. Beb.. I am sorry i can't be your ndut anymore. I just ordinary friend like other.
-290518-



Komentar

Postingan populer dari blog ini

12/12/16-12.38 pm

Prasangka

Deja vu