Cerita Hati
Ruang hampa itu terasa kembali seolah menyiratkan sebuah hati yang kosong. Lelah hati bertaruh dengan waktu. Berlomba dengan pikiran dan kalbu yang tertatih. Mereka memandang dalam sebuah kesimpulan yang tidak berlogika. Hati kembali menjerit ingin rasanya keluar dan mengatakan "DIAMMMM KALIANNN... AKU LELAH.., LELAH...!!!". Namun..apa daya hati hanya bisa menahan dari semua rasa. Ingin rasanya hati mengungkapkan rasa Cinta kepadamu sosok yang selalu dirindukan. Lagi..dan lagi hati hanya tertahan dengan guratan senyuman. Hati bersedih mendayu pilu dalam kehampaan. Hati terdiam dalam teriakan kalbu. Siapa yang mendengar..tidak seorangpun hanya Tuhan.. Ya.. Tuhan.
Hati kembali berteriak dengan lantang,menentang kehampaan. Tapi sia..sia bulir air mata mengalir sejalan dengan runtuhnya pondasi kuat hati. Hati kembali bangkit dengan secercah harapan jiwa yang membawakan tarian riang berirama. Jiwa mengajak hati berirama menari dalam suka ketika hati berduka. Jiwa yang berlogika tanpa pilu. Jiwa merangkul hati dengan hangat. Senyuman hati menyiratkan bahwa jiwa telah mengajarkan hati logika dalam setiap tapak langkah.
Hati bertanya.. Kenapa tidak ada guratan sedih pada jiwa. Sapaan hati membuat jiwa tertawa lepas dan hanya berkata "Hati..harus berlogika ketika jiwa sakit, hati sedih dan teriak lantang agar jiwa sehat. Saatnya sekarang jiwa merangkul hati dalam kehampaan karena jiwa sehat untuk genggam hati dan buat hati tersenyum.
Tiada lagi gurat pilu hati tatkala jiwa sehat berlogika.
02.01.18
Untuk Hati dan Jiwa
Hati kembali berteriak dengan lantang,menentang kehampaan. Tapi sia..sia bulir air mata mengalir sejalan dengan runtuhnya pondasi kuat hati. Hati kembali bangkit dengan secercah harapan jiwa yang membawakan tarian riang berirama. Jiwa mengajak hati berirama menari dalam suka ketika hati berduka. Jiwa yang berlogika tanpa pilu. Jiwa merangkul hati dengan hangat. Senyuman hati menyiratkan bahwa jiwa telah mengajarkan hati logika dalam setiap tapak langkah.
Hati bertanya.. Kenapa tidak ada guratan sedih pada jiwa. Sapaan hati membuat jiwa tertawa lepas dan hanya berkata "Hati..harus berlogika ketika jiwa sakit, hati sedih dan teriak lantang agar jiwa sehat. Saatnya sekarang jiwa merangkul hati dalam kehampaan karena jiwa sehat untuk genggam hati dan buat hati tersenyum.
Tiada lagi gurat pilu hati tatkala jiwa sehat berlogika.
02.01.18
Untuk Hati dan Jiwa
Komentar
Posting Komentar