Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Prasangka

Kadang kita manusia hanya bisa melihat sekilas tanpa tahu kebenarannya. Hal itu terjadi kepadaku ya...ternyata benar kata mamak ku, "Kalau ada makanan biasa aja ambilnya, nanti piker orang kita rakus" itu benar banget dan hal itu aku rasakan hari ini. Ada rekan kantor dating membawa makanan mungkin karena aku ambil jatah 2, trus dating lagi ke meja makanan tersebut teman aku piker aku mau ambil lagi...padahal jatah yang 1 lagi aku ambil buat kakak rekan kerjaku. Aku cuma nerimo ajalah..lagian Allah SWT tahu tanpa aku harus marah-marah dengan omongan temanku itu karena aku tahu watak dia itu masih polos, namun dia diberkahi rahmat oleh Allah SWT mendapatkan pekerjaan dan cepat memiliki suami. Tapi bagiku dia seperti adik jadi cara dia itu mengingatkan sama adek ku Rizky. Alhamdulillah ya..Allah ya Rahman terimakasih atas perubahan diri dan sikap hamba..terimakasih. :)

#Lomba Hari Ayah 2016-Ayah Aku Rindu#

Ayah Ku Kebanggaanku Mungkin orang akan bilang dia tidak tampan, tapi bagiku dia sangat tampan. Orangnya supel, humble, dan sangat penyayang kepda keluarga. Namanya menyimpulkan sebuah do'a "Kemenangan" untuk hidup dan dirinya. Andai orang bertanya siapa lelaki itu?dengan bangga aku menjawab dia AYAH-ku Namun ayah tak lagi bersama kami, dia sudah pergi pada 17/11/2013 Gemuruh rasa pilu kehilangan itu masih terasa jika mengingat tanggal 17 November. Rasanya sulit hati berdamai dengan keadaan jika meningat hari ini. Ibarat sakit yang sangat berat dan obat terbaik untuk sembuh adalah Empedu. Tegar ya...kami coba tegar untuk menghadapi takdir ilahi. Orang-orang hanya bisa melihat kami sekarang secara individu. Namun mereka tidak tahu lubuk hati kami yang sangat dalam kehilangan Ayah kami tercinta. Gemuruh rasa pilu kehilangan itu masih terasa jika mengingat tanggal 17 November. Kata-kata diatas merupakan untaian rasa yang aku rasakan hari ini, ingin aku berpal...

Sebuah Rasa Yang Memudar

Sadarku akan rasa yang memudar Yang awalnya memberi kesenangan ini Apa yang selama ini ku rasakan hilang Firasat ini mengatakan bahwa rasa itu memudar Risalah hati yang tak terbalas menjadi asa pilu Intuisi hati untuk memudarkan rasa ini      Enggan mata ini untuk tidak melihat sosokmu      Ketika harap ini terlalu berhasrat miliki senyummu      Apa rencana Tuhan sebenarnya akan rasaku kepadamu      Ketika hatiku tak ingin lagi sakit untuk kedua kalinya      Engkau tak tahu betapa sulitnya aku pupuk rasa ini      Langkah kakimu, suaramu, dan mata mu itu..      Alihkan seluruh jiwaku untuk bersorak sorai      Namun sakit itu kamu torehkan kembali seperti DIA      Andai aku berani untuk bilang "Kamu Lelaki Pengecut" Pikiran dan hatiku mulai tidak sinkron lagi Untaian bunga yang mekar kala had...