Telepon itu berakhir pada pukul 12.38 Wib tanggal 12/12/16 Riak wajahku menyimpulkan sebuah senyuman. Ingin ku bisikkan kepada malam betapa beartinya malam ini. Namun aku tahu ada tindakan yang akan kamu putuskan Ocehan hatiku ini akan membuat sebuah jurang, dan aku tahu itu. Radah semua tentangku,jika memang perlu kamu hapus silahkan. Akhirnya kamu pergi,memblock semua akses, dan aku tahu itu. Jawabanmu terhadap isi hatiku adalah Pergi..ya aku tahu itu. Untuk semua keputusanmu aku sudah siap. Waktu yang akan menjawab, dan aku tidak perlu teriak mencari. Intuisi hanya itu yang akan mengembalikan kamu. Telepon itu berakhir pukul 12.38 tanggal 12/12/16. Akhirnya aku kembali dalam sunyi dan kesendirian. -f3_bor!to- for TNJ
Kadang kita manusia hanya bisa melihat sekilas tanpa tahu kebenarannya. Hal itu terjadi kepadaku ya...ternyata benar kata mamak ku, "Kalau ada makanan biasa aja ambilnya, nanti piker orang kita rakus" itu benar banget dan hal itu aku rasakan hari ini. Ada rekan kantor dating membawa makanan mungkin karena aku ambil jatah 2, trus dating lagi ke meja makanan tersebut teman aku piker aku mau ambil lagi...padahal jatah yang 1 lagi aku ambil buat kakak rekan kerjaku. Aku cuma nerimo ajalah..lagian Allah SWT tahu tanpa aku harus marah-marah dengan omongan temanku itu karena aku tahu watak dia itu masih polos, namun dia diberkahi rahmat oleh Allah SWT mendapatkan pekerjaan dan cepat memiliki suami. Tapi bagiku dia seperti adik jadi cara dia itu mengingatkan sama adek ku Rizky. Alhamdulillah ya..Allah ya Rahman terimakasih atas perubahan diri dan sikap hamba..terimakasih. :)
Pengertian Deja vu adalah suatu perasaan saat seseorang mengalami sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya. Banyak artikel mengupas mengenai Deja Vu dan mengkaitkan dengan suatu penyakit syaraf, dll. Baru-baru ini aku kembali mengalami Deja vu pada suatu kehidupan asmara yang ku alami. Perasaan dan pemikiran ku akan cerita kemaren itu pernah terlintas dan aku hanya menduga lambat-laun hal tersebut akan terjadi. Dan benar Boom..terjadi..sikapnya yang aku khawatirkan selama ini akhirnya keluar juga. Terkadang aku bingung dengan diriku dan mungkin aku yang tidak mengerti akan dirinya. Komunikasi yang selama ini ku bangun menjadi serpihan runtuh dengan sekali jentikan saja..pufhhhhhh...seperti pyramid dari susunan kartu poker terbang dan berantakan. Sedih...pasti..dan kecewa...karena mungkin baginya aku masih orang yang sama seperti 10 tahun lalu. Tidak dipungkiri bekas sakit hatinya masih tersisa. Apalagi dengan keadaan yang sekarang sangat berbeda jauh dengan yang dulu. Aku cuma b...
Komentar
Posting Komentar